Rabu, 09 September 2015

Teruntukmu kasihku

Diposting oleh Fitria Sari Dewi di 03.01 0 komentar
Ketika sebuah janji untuk saling setia hancur oleh sebuah badai yang bernama ego. Entah ini salahku atau egoismu atau memang ini suratan takdir yang memang kita tak bisa menyatu. Setelah kau katakan semua salahku, hati ini menangis. Menangis memikirkan perjuangan selama ini, menangis karena nyatanya dulu kita pernah berjanji berjuang bersama dan nyatanya hari ini kau melepasku dan memilih melupa bahwa dulu kita pernah satu.

Secepat itu kamu lupakan aku? Semudah itu juga kamu berfikir mencari penggantiku? Tahukah kamu, seluruh hatiku sudah ku berikan padamu sejak awal kita dipertemukan kembali. Tak pernah ada niat main - main, because aku menemukan sosok yang aku cari selama ini, sosok lembut, penyayang dan sabar dari dirimu. Walau kadang semua sosok itu hilang ketika amarah datang kepadamu, aku tetap setia disini disampingmu. Sekasar apapun tindakanmu, bicaramu saya percaya itu hanya sebuah kekhilafan yang sedang terjadi.

Walaupun masih banyak kekurangan dalam dirimu tapi aku tak pernah menganggapnya sebuah masalah yang mesti dibesar - besarkan setiap sebuah kesalahan tercipta. Buatku kamu sempurna, aku selalu belajar menerimamu dengan segala kurang dan lebihmu. Bukan sekali kamu membuat hati ini tersakiti entah udah berapa ratus kali, hati ini menangis dengan sebuah perlakuanmu. Tapi cinta mengajarkanku memaafkanmu, karena aku merasa semua itu hanya kekhilafanmu saja. Didalam hatiku ku yakini, kamu tak pernah benar - benar ingin menyakitikiku.

Apakah aku tidak pantas bersanding denganmu suatu hari nanti? kenapa kau membawaku berjalan sejauh ini, jika pada akhirnya kau melepaskan genggaman tanganmu, meninggalkanku dan membiarkanku berjalan sendirian bersama semua kenangan tentang kita? Kau membuatku berangan terlalu tinggi dan seketika itu kau jatuhkan aku ke dasar jurang yang paling dalam. Bahkan sejak hari itu aku terjatuh, aku tak sanggup untuk bangun lagi. Aku baru mampu membuka mata dan menyadari bahwa ini semua nyata, kau telah pergi meninggalkanku bersama semua kenangan tentang kita. 

Pernahkah kau menyadari ini semua bukan hanya salahku, tapi didalamnya ada salahmu juga. kau tak pernah tanya apa yang ku rasakan? kau pernah bilang jika ada masalah bicara. Apa pernah kau dengar complainan diriku, kau selalu menilaiku cerewet, bawel dan mau menang sendiri. Taukah kamu, untukmu aku sudah banyak menahan diri untuk tidak mengungkapkan kekecewaan yang pernah terjadi, aku diam dan berharap semua akan baik - baik saja walau semua tak pernah benar - benar baik.

Untukmu jika memang pilihan untuk pergi dariku hasil akhir yang memang tidak bisa lagi ditawar, pergilah berpetualang mencari yang lebih baik dariku. Tapi jikalau nanti kau lelah dan merindukanku kembalilah ke pelukku walau sebentar. aku akan selalu menunggumu disini bersama cinta yang akan selalu kujaga untukmu. Walau ku tau kau takkan pernah kembali lagi disampingku.


09 September 2015
17:01

Kamis, 20 Agustus 2015

Judulnya Boring!!

Diposting oleh Fitria Sari Dewi di 01.46 0 komentar
Akhirnya kembali nulis lagi saat jam kantor disela - sela tumpukan formula - formula produk yang mesti banget diverivikasi secepat mungkin. Nulis di blog sambil nyuri - nyuri waktu kerja itu seru. Ada sensasi beda didalamnya. Iyalah beda wong nulisnya mesti hati - hati takut si bos bu manager marah kalo sampai tau :D

Akhir - akhir ini sering banget ngerasa bored. Bored kenapa? Bored karena ngerasa hidup gue kok berasa flat amat yak tanpa punya pacar. Udah sebulanan lah hati berasa sepi banget. Lupa kalo sekarang nggak punya kekasih yang bisa digangguin lewat tlp dan sms atau bahkan sosmed. Biasanya walau nggak tiap hari ketemu tapi biasanya ada aja yang bikin kangen buat sekedar ngeganggu dia lewat tlp di jam makan siang dan pulang kantor. Sampe kadang - kadang yang diteleponin marah loh, karena katanya gue ganggu kerjanya dia dengan telepon dan sms nggak penting dari gue.

Ternyata ada bedanya loh waktu punya pacar dengan nggak punya pacar. Pertama : Biasanya gue rajin ngecek hp takut ada sms / tlp dari dia secara hp keseringan gue silent. Tapi sekarang gue lebih milih ngejauh dari alat komunikasi itu, coz tiap deket sama hp selalu jadi berharap bakalan ada tlp atau sms masuk dari dia. Jadi sebulanan ini bisa dibilang hp cuma dibawa pas kerja, kalo dirumah digeletakin doank gak gue sentuh. Padahal dulunya gue maniak gadget, active di sosmed dll. Kedua : Gue jadi irit pulsa, biasanya mah rajin banget beli pulsa buat nelponin si abang ituh. Ketiga : Gue balik lagi jadi anak rumahan, yang kerjanya cuma bangun tidur, berangkat kantor dan pulang ngantor langsung cuss kerumah lagi nonton tv bentar lanjut tidur. Ga ada lagi nongki nongki ketjeh entah bareng si dia atau temen2 di weekend atau pas pulang kantor. Nah di part ini nih yang bikin bored, berasa flat banget dunia gue. Keempat : kalo dulu pas sakit ada yang ngasih support buat cepet sembuh, sekarang nggak ada. Sekarang mah berobat sendiri, nggak ada tempat berbagi lagi kalo ternyata penyakit ini yang membuat tubuh saya drop beberapa bulan terakhir dan dokter bilang butuh support dari orang - orang terdekat. Nggak ada lagi temen buat ngadu " kalo obat - obatan ini bikin muntah tiap abis diminum, efek samping obat yang bikin tubuh tiap hari kehilangan keseimbangan dan efek samping lainnya yang bener2 bikin gue mau nyerah buat trus berobat selama 9 bulan tanpa putus minum obat seharipun. 8 macam obat mesti diminum tiap hari dan teratur. Rasanya pengen bilang lelah dan udah nggak tahan sama efek sampingnya. Tapi harus berusaha sembuh, jadi belajar menyemangati diri sendiri untuk trus berobat dan rutin minum obat.

Keadaan yang lebih perih saat nggak punya pacar itu ya, harus tahan diledekin temen2 kantor atau bahkan sahabat" sendiri yang bilang "Pacaran 6 tahun lebih, tapi ujung2nya bubar juga. Sakitnya tuh disini *nunjuk dada*. Ada lagi yang bilang pacaran udah lama2 trus gak jadi pasti sakit banget, apalagi ditinggalin padahal umur nggak lagi muda yang bikin susah dapet pacar baru, mau kapan nikahnya?? dan ucapan - ucapan sentimentil lainnya. Yo wis gue mah sing sabar ae, kalo jalannya emang harus begini sing diterimo saja dengan lapang dada. Toh Jomblo juga kan bukan berarti dunia berhenti saat itu juga kan, cuma dunianya aja jadi abu - abu. Gak putih, tapi dibilang hitam juga nggak.

Biasanya dikantor suka banget lihat / cari2 vendor pernikahan yang murah meriah, Apalagi nyari studio prewed yang bagus, jadi siapa tau nanti saat mau menikah berguna karena tadinya yakin atau bisa dibilang gue kepedeean tingkat tinggi alias terlalu berharap dia jadi jodoh gue. Tapi berhubung nggak punya pacar dengan sendirinya gairah itu menghilang paling sekarang jadi konsultant temen - temen yang mau nikah untuk bantuin cari vendor pernikahan murah meriah tetep sambil bertanya dalam hati "kapan yah giliran gue untuk repot nyiapin ini itu untuk sebuah my wedding dream??"

Oke, untuk sekarang impian tentang pernikahan emang harus dikubur dalam - dalam karena nggak mungkin juga dalam tahun ini atau tahun depan menikah. Ya iyalah, mau nikah sama siapa cobakk. Calon aja nggak punya, hehhehhe. Rasanya sedih emang, bahkan topik ini nih yang selalu bikin mewek di kamar semaleman. Umur 25 belum menikah, nggak punya calon juga. Kenyataan miris yang emang mesti gue terima, disaat temen dan sahabat gue udah pada nikah dan punya anak, gue masih meratapi nasib aja pengen nikah tapi calonnya pergi. Kepikiran juga kata orang - orang tua jaman dulu, kalo belum nikah lebih dari 25 tahun bisa jadi perawan tua. Ihh, gue kan ga mau menghabiskan sisa hidup gue sendirian setidaknya punya pendampinglah, nggak perlu ganteng, kaya atau apalah yang penting "bersama dia hidup berasa lebih berwarna, nyaman, dia yang tetap memegang tangan saya dan berdiri didepan saya dan tidak akan menyerah ketika badai menerjang sekalipun".

***Buat kamu yang suatu saat nanti menjadi pendampingku.
Hai kamu, mungkin hari ini saya tidak mengenalmu
Tidak tahu pula siapa namamu
Dan tidak tahu juga sekarang kamu dimana
Bagaimana parasmu dan juga suaramu.
Tapi dengarlah wahai jodohku.
Suatu saat nanti Allah pasti mempertemukan kita, ntah bagaimana skenarionya.
tapi percayalah aku sedang belajar memantaskan diri untukmu.
Aku sedang berusaha menutup luka masa laluku.
Mencoba berjalan ke arah yang lebih baik.
Dan belajar menjadi pribadi yang dewasa.
Semoga kelak kau menyukainya dan menuntunku untuk menjadi lebih baik lagi.
Aamiin. 


By TRIA
Pt. Ikapharmindo Putramas
Pulogadung, 20 Agustus 2015 15.45


Minggu, 14 Juni 2015

Gue patah hati!

Diposting oleh Fitria Sari Dewi di 21.52 0 komentar
Mungkin ini patah hati gue yang pertama setelah 6 tahun gue memulai untuk memutuskan menambatkan hati dan perasaan gue untuk serius kepada seorang laki - laki. Yeahh, gue akui gue patah hati.

Baru kali ini bener - bener ngerasain hati yang bergejolak sedih yang bahkan saat ngetik ini pun, air mata masih menetes indah di pipi tirus ini..

Begini toh rasanya patah hati, ketika angan lo udah kelewat tinggi untuk bisa bersama dia, lo bahkan rela berbuat apa aja buat dia, mati matian belain dia didepan keluarga lo, bahkan rela memberikan apa saja yang berharga dari dalam diri lo asal dia tetap bersama lo. Trus tiba - tiba ketika semua hal itu menjadi tak berharga, menjadi sebuah kenangan dan bukti perjuangan lo yang nggak pernah dianggap olehnya dan seketika lo dibuang. Hikss, asliiiiii loh putus cinta bikin gue bener - bener patah hati.

Hey kamu, yusak hengky nainggolan lumbanraja! Saya bener - bener patah hati loh. Hal terdahsyat dalam hidup saya yang dua bulan ini saya rasakan.
Ketika nafsu makan menghilang total, ketika mata ini tak bisa berhenti meneteskan air mata yang selalu jatuh saat hati dan pikiran ini memikirkanmu. Entah udah berapa banyak pack tissue yang terbuang percuma untuk membantu menghapus air mata ini.

Kamu sukses loh membuat saya, tidak lagi tertarik kepada apa yang ada didunia ini lagi. Bahkan untuk memainkan gadgetpun saya sudah tidak bergairah lagi. Membiarkan diri saya berantakan dan tidak lagi perduli terhadap penampilan diri yang selama ini saya jaga.

Mungkin saya bodoh, karena saya terlalu memikirkanmu sampai saya di opname 5 hari karena thypus, rasanya saat itu saya ingin mengabarimu karena cintanya saya ke kamu yang cukup besar saya bisa hancur seperti ini.

Demi bisa menghapus semua bayang - bayangmu, bahkan saya rela melakukan semua pekerjaan atau aktivitas apapun sampai dini hari. weekend dihabiskan dengan lembur dan benar - benar menyibukkan diri dengan belajar jadi IM. Tidur cuma 2 jam sehari, makan cuma sekali karena nafsu makan bener - bener hilang. Semua gue lakuin, biar otak gue nggak sedikitpun memikirkanmu. yeah, walaupun semua yang gue lakuin ini berujung dengan terdeteksinya salmonella typus di darah gue, dan membuat kondisi gue drop total yang bikin gue harus dirawat dan di infus. Bener - bener merugikan diri gue sendiri tapi kejadian ini bakalan selalu gue inget, dan kelak pasti gue akan tertawa ketika mengingat kebodohan yang gue lakukan kemaren.

Seketika teringat ucapan Dr. Freddy Jesie yang sore itu cek kesehatan gue. Sepertinya dia tahu psikis gue saat itu, dan dia cuma senyum sambil ngajak bicara.
Dr Freddy : Gimana keadaannya fit? Udah enakan belum badannya?
Gue : Udah dok, udah boleh pulangkan ?
Dr Freddy : Ya belum lah, kamu butuh istirahat total. Kalau sekarang saya ijinin kamu pulang, kamu bisa istirahat sendiri dirumah tanpa mikirin apapun ?
Gue : Bisa dok, saya mau pulang. Bosen dirumah sakit.
Dr Freddy : 2 hari lagi yah saya ijinin kamu pulang. Sambil lihat hasil cek darah kamu yang terkahir. Kalau boleh saya tebak, sakitnya kamu itu lebih kepada fikiran dan kamu memaksa tubuh kamu untuk melakukan aktivitas berat padahal kamu tahu kamu tidak mampu.
Gue : (dalam hati gue bilang, si dokter hebat ihh perasaan nggak pernah cerita apapun sejak masuk sini 2 hari lalu). Kok dokter tau ?
Dr Freddy : Kamu bukan butuh dokter seperti saya, kamu butuh psikolog buat bantu kamu nyelesahin masalah kamu.
Gue : Maaf dok, saya tidak gila. Saya tidak butuh psikolog. Saya cuma anak muda yang lagi frustasi karena putus cinta.
Dr Freddy : Iya saya tau. saya tidak menganggap kamu gila. Tapi saat seperti ini kamu tidak memakai akal sehatmu untuk berpikir jernih. Kasihan dong badan kamu.
Gue : Iya, dok. saya nggak akan mengulanginya lagi.
Dr Freddy : Saran saya, keluar dari rumah sakit dan badan kamu udah cukup sehat. Temui dia orang yang membuatmu patah hati seperti ini, Kasih senyum termanis kamu, Lakuin satu hal yang pengen banget kamu lakuin bersama dia abis itu tatap matanya dan bilang dalam hati "saya ikhlas melepasmu". Percaya deh, seketika itu juga rasa sakit hatimu hilang. Oke, saya pamit ya. sampe ketemu besok pagi, buat kontrol lagi.
Gue : Iya dok, makasih ya dok.

Keluar dari rumah sakit, beberapa hari kemudian gue beraniin diri mengirim sms ke kamu. Yeahh, kejadian baru jumat malem kemaren, dan dapet tanggapannya pun sabtu dini hari. Sampe akhirnya ketemu hari minggu.

OMS pun yang singkat itu berasa ada perbedaan. hampir 2 bulan tak melakukannya, ada sensasi beda. NO, ini gak seperti yang saya rasakan dulu apa terasa berbeda karena sekarang kami melakukannya bukan lagi karena cinta? atau karena kami bukan lagi sepasang kekasih jadi ada rasa yang berbeda. Dari awal sebelum bertemu saya berusaha memagari diri untuk "No kiss" karena saya tau karena kiss ini bisa memancing perasaan yang harusnya saya buang jauh - jauh.

Saya gagal dok, saya lakuin apa yang dokter bilang. Cinta saya masih terlalu kuat dan dalam untuknya, Saya sudah bertemu dengannya, Saya sudah melakukan satu hal, memberi senyum termanis tapi saya tidak sanggup berkata dalam hati " Kalo saya ikhlas melepasnya".

Pas minum es kelapa, rasanya ingin sekali memelukmu atau menggenggam tanganmu seperti dulu yang sering saya lakukan. Sekedar bercerita ngalor ngidul ga jelas tanpa makna. Nyatanya kemaren suasana itu kaku, kamu yang dulu saya kenal tak lagi sama.

Seketika kamu bilang " Kamu hiteman sekarang? item kaya yang gak keurus gitu"
Mungkin kemaren saya menyangkal karena saya malu mengakuinya, sejujurnya saya malu bertemu lagi denganmu dengan keadaan saya yang berantakan sekarang. tapi kamu benar saya hitaman. Karena 2 bulan ini hidup saya serasa hancur, saya tidak peduli apapun penampilan atau yang lain  - lain. Saya sibuk meratapi kegagalan saya.

Tapi terima kasih loh saya sudah diingatkan akan penampilan fisik saya yang berantakan. Semoga suatu saat nanti Allah ngasih saya kesempatan untuk bertemu kamu lagi, tapi bukan lagi dengan kondisi berantakan seperti yang kamu bilang. Semoga dengan keadaan yang jauh lebih baik dari hari minggu tanggal 14 Juni 2015 kemaren. Setidaknya walau tidak putih, saya jauh lebih bersih dan tidak dekil seperti yang kamu bilang.

Semoga saat itu terjadi, saya benar - benar sudah bisa move on dari kamu. terima kasih buat rasa kehilangan ketika kamu tinggalkan saya untuk berjalan sendirian. Semoga 3 tahun lagi terhitung mulai hari ini, saya bisa berhenti menangisi kepergian kamu dan bisa mengerti cinta saja tidak cukup untuk membuat dua orang yang berbeda keyakinan bisa bersama.

Noted : Ini tulisan terakhir gue di blog ini tentang YuFi karena Yufi juga udah bubar dan gue juga nggak tau lagi apa yang mesti gue tulis tentang Yufi lagi, Gue kehabisan kata - kata. Tapi suatu saat nanti, gue pasti bakal balik nulis blog ini, ntah pada saat gue udah bener2 bisa move on atau kalo salah satu dari kami -Yusak dan Fitri- Udah nemuin pasangan hidupnya masing2. Kemaren pertemuan terakhir dan udah gue tulis semuanya disini. Terima Kasih YuFi telah menemani saya selama 6.5 tahun ini. Walau berakhir SadEnd, Saya berharap kamu dengan waktu yang cepat bisa menemukan kekasih baru dan berani untuk cepat melangkah ke pelaminan. Semoga saat hari itu tiba, saya diijinkan hadir untuk memberikan selamat kepada kalian berdua. Bye Yufi....





Senin, 08 Juni 2015

For Yu -

Diposting oleh Fitria Sari Dewi di 03.08 0 komentar
Saya bingung harus mulai darimana. Saat ini otak saya berusaha mengingat dan merasakan semua tentang kita 6 tahun lalu. Mengingatnya membuat saya tersenyum dan juga membuat saya seketika meneteskan air mata. Yea, hari ini tanggal 08 Juni 2015 Pukul 16.12 saya menulis ini di komputer kantor saya dengan air mata yang menetes, mata yang mulai lelah dan hidung yang tiba - tiba meler sejalan dengan air mata yang mengalir.

Kamu tau nggak, berapa lama kita pernah bersama?  kamu selalu salah mengingatnya, bahkan kamu juga lupa kapan pertama kali kita bertemu lagi dan memutuskan untuk bersama. Ijinin saya untuk mengingatnya "31 Januari 2009" kita mutusin untuk jalan bareng lagi, dan dari 2009 ke 2015 itu udah 6 tahun kita sama - sama, bukan 5 tahun.

Menghalangi karir kamu di dunia musik??? Nggak pernah berniat sedikitpun menghalangi karir kamu. Apa kamu pernah inget, dulu saya salah satu orang yang mendukung kamu jadi musisi. Saya nggak pernah keberatan, kamu lebih banyak menghabiskan waktumu buat ngeband, tiap jumat sabtu minggu kamu selalu dibogor, tanpa ada sedikitpun waktu diakhir weekend buat saya. Ketemu saya pun cuma pas malem jumat, dan itu pun cuma 1 jam hanya untuk pamit karena mau pergi. Pernah saya nuntut, waktu yang lebih banyak buat saya dibanding kamu menghabiskan waktu jalan - jalan dan kenalan sama cewe - cewe bogor sana, sampe punya cewe lain disana yang mesti dikunjungi tiap abis manggung. Sampai sikap kamu selalu berubah setiap pulang dari bogor? Ada sms rutin dari cewe yang sama ke hp kamu, dan abis itu kamu malah marah karena aku ngecek hape kamu.

Kamu selalu pilih teman - temanmu dibandingin saya? Kadang part ini nih yang paling bikin nyes dihati. saya yang sudah berusaha sebaik mungkin untuk kamu, selalu salah dimata kamu. Nggak ada satu halpun yang benar dari saya. Dan semua teman - temanmu lah yang paling benar. Padahal kamu juga tau aslinya sifat dan sikap mereka ke kamu gimana, mereka selalu berusaha menjatuhkan semangatmu dan kadang tidak memperdulikanmu dan cuma mengambil keuntungan dari kelemahanmu tapi kami tetap memilih mereka dibanding saya yang menemani kamu selama ini. Apa yang mereka katakan selalu benar, dan saya selalu salah.

Sadar atau tidak, kamu tidak pernah menganggap saya ada dan berharga? kamu tau nggak, saya selalu sedih baca post fb kamu " yang berkali kali bilang, nggak pernah ada orang merhatiin kamu". Saya sedih, karena ternyata keberadaan saya tidak pernah dianggap ada dan itu juga menandakan bahwa saya memang tidak berharga di mata kamu.

Selama kamu kerja, pernah nggak kamu berhitung berapa kali kamu berkata kasar dan memaki saya? Padahal kamu pernah berjanji akan selalu memperlakukan saya sebaik mungkin, karena menyakiti saya sama dengan menyakiti dirimu sendiri. Dalam hati saya selalu bertanya, mana yusak yang dulu, pria dengan prilaku lembut dan manja. Dan semua berbalik sekarang yusak berprilaku kasar.

Bukan nggak pernah setuju kamu kerja jad marketing. Bukan juga nggak ngerti jam kerja marketing. Tapi disana saya gelisah, melihat jam kerjamu yang tak teratur, makan yang sembarangan, tidur kurang, kamu tertekan sama kerjaan dan bosnya, Saya cuma nggak mau kamu sakit, Itu kenapa saya menyuruhmu untuk mencari pekerjaan lain yang lebih baik.

Tentang pengkhianatan kamu yang terakhir, dan itu masih terekam jelas ketika saya membaca hpmu ketika kamu tidur. Kamu tidak mengelak ketika saya bilang kamu berselingkuh bahkan kamu pun mengakui kalo kamu ada sesuatu dengan wanita itu walau tidak sampai freesex. Jujur ini kekecewaan saya terbesar. Ketika ada wanita lain di hubungan kita.

Kali ini ijinin saya minta maaf ke kamu "Yusak Hengky".
Maaf kalau selama ini kamu tidak pernah bahagia bersama saya,
Maaf kalau selama ini saya menjadi penghalang karir kamu.
Maaf kalau selama ini ada perbuatan atau sikap saya yang membuat kamu sakit hati.
Maaf kalau bersama saya, hanya menghabiskan waktumu yang berharga menjadi sia - sia,
Sesungguhnya saya mencintai kamu, dibalik perbedaan keyakinan ini. Maaf kalo saya tidak pernah bisa membahagiakanmu dan memberikanmu rasa nyaman.

Terima kasih buat segala rasa yang pernah kamu beri untuk saya, walau nggak semua manis tapi terima kasih telah menjadi pengalaman hidup dan kenangan paling berharga untuk saya.







Jomblo Galau atau Single Galau??

Diposting oleh Fitria Sari Dewi di 01.59 0 komentar
Jomblo sama Single, apa bedanya hayoooo??
Gue juga nggak tau sih bedanya dimana secara bisa dibilang sama - sama nggak punya pacar atau pasangan hidup. Tapi yang jelas gue tau, menyandang status  jomblo atau single itu sering membuat gue, lo atau kalian terdiskriminasi oleh pasangan - pasangan serasi diluar sana yang seakan kalau nanya status seakan mengolok - olok atas satu kata "JOMBLO / SINGLE". Belum lagi punya temen yang tau tentang status baru kita sebagai single bakalan seakan menjauh karena takut pacarnya direbut. Sampai acara meet - up / temu kangen pun di cancel gara - gara gue bilang bakalan pergi nggak bawa pasangan. Emang apa yang salah sih dari kata "Nggak bawa pasangan? Segitu dosanya apa nggak punya pacar? Toh, dari dulu juga saat meet up bareng kalian gue juga nggak pernah gandeng pasangan (karena dulu pacar gue selalu nolak diajak kemanapun *mungkin malu kali kalo harus jalan sama cewe muka kampungan kaya gue) Jadi apa bedanya dengan status sekarang? Mungkin beda kali ya, kalo dulu kan punya pacar jadi nggak akan ngambil pacar orang, kalo sekarang gue sendiri jadi siapa tau khilaf ngambil pacar temen sendiri.

Tenang ciinn,, pacaran terakhir gue itu 6 tahun 5 bulan. Gue tipe cewek setia dan nggak doyan pacar orang. Walau mungkin pacar gue nggak setampan pacar lo, nggak semapan pacar lo, nggak punya mobil bagus atau Ninja RR kaya pacar lo, atau mungkin bisa sering - sering liburan ke luar negeri kaya lo berdua, gue bersyukur akan hidup gue. Walau cuma pake motor jadul, kena panas terik matahari atau kehujanan sekalipun gue bahagia. Bahagia karena pernah memilikinya dalam hidup gue. 

Gue bersyukur pernah kenal dia, pernah belajar memulai semuanya dari 0. Dari mulai makan nasi goreng sepiring berdua di halim, karena uang emang pas - pas'an cuma buat latihan ngeband sampai sekarang bisa hang - out ditempat ngopi orang - orang kota yang terkenal mahal.

Karena kebahagian sesungguhnya adalah ketika gue bisa menerima segala kekurangan tanpa banyak mengeluh dan menuntut. Setidaknya 6 tahun lebih ini, gue berusaha memulai semuanya dari awal. Susah seneng dilalui berdua, saling cerita, saling support, saling sayang. Sampai pada saatnya nanti kita sukses, kita mungkin ribut besar yang akan membuat hubungan ini bubar, tapi kita punya dasar yang kuat dimana untuk sukses itu kita butuh proses yang lama. Moment itu yang nggak akan gue lupakan seumur hidup. (walau sekarang perjuangan itu udah jadi kenangan)

Jadi single di usia 25 tahun ini, dahsyat loh imbasnyaa ke kehidupan sosial gue. Kalo dulu ketemu temen / saudara nanya kapan nikah bisa dijawab "Iya doain ya, semoga secepatnya" tapi giliran sekarang gue ditanya hal yang sama cuma bisa jawab " Masih lama, belum dikasih sama Tuhan jodohnya". Ngenes kan jawabannya?? Belum lagi ucapan berikutnya yang terlontar "Umur udah berapa, cepetan kawin nanti jadi perawan tua loh" "Kasian banget sih belum laku, pasti karena kebanyakan milih deh, kebanyakan kriteria" "Cepetan nikah, nanti kalo kelamaan susah punya anak" dan kata - kata menyakitkan lainnya.

Rasanya sih pengen bilang ke mereka, Kalo emang belum ada jodohnya mau bilang apa?? Tapi kok kayanya klasik banget ini alesan. 

Gue jawab satu satu deh pertanyaannya :
1. Umur udah berapa, cepetan kawin nanti jadi perawan tua loh ? Umur gue 25 tahun, belum nikah karena Tuhan belum mengirimkan jodohnya ke saya. Kemaren sih berharap berjodoh, tapi kalo tuhan berkata tidak aku bisa apa. Atau mungkin jodoh saya belum dilahirkann?? I dont know lahh. Kalo pun saya harus jadi perawan tua karena nanti saya nggak laku, saya ikhlas koq. mungkin itu takdir yang paling baik buat saya.
2. Kasian banget sih belum laku, pasti karena kebanyakan milih deh, kebanyakan kriteria? Bukan kebanyakan milih, bu. Ini part paling menyedihkan dalam hidup saya. Saya pernah berjuang memulai semuanya dari 0 selama 6.5 tahun untuk orang yang saya cintai tapi berakhir dengan sebuah pengkhianatan dan adanya orang ketiga dan berakhir dengan mengangkat tema Beda Keyakinan. Jadi terserah ibu menilai saya gimana. 
3. Cepetan nikah, nanti kalo kelamaan susah punya anak? Iya bu, mohon doanya. Semoga kelak saya punya pendamping dan punya beberapa anak yang lucu sebagai penyempurna hidup saya.

So, buat kalian yang jomblo dan menghadapi ini semua. Tenang girls kalian nggak sendirian, karena ada gue juga.. Nggak usah sedih atau patah hati, mari kita belajar memantaskan diri entah siapa jodoh kita nanti. 



Selasa, 19 Mei 2015

Saatnya meneruskan mimpi dan kewajiban

Diposting oleh Fitria Sari Dewi di 22.01 0 komentar
Heyhooo,, aku coba nulis lagi. Kali ini tentang perasaan gue seutuhnya. Yapss, seutuhnya semua yang gue rasain.

Setahun belakangan ini gue berfikir, gue pengen cepet nikah aja karena emang udah 6 tahun gue pacaran juga. Tapi masalahnya ada sama pacar gue, tiap ditanya kapan nikah dia nggak pernah ngerespons serius. Kalo lagi ngebahas ini sama dia, dari matanya itu tersirat banget kalo dia nggak tertarik. Emang sih kita beda keyakinan, tapi kan kalo sedikit ngalah nggak ada salahnya kan *gue egois*. Lagian mamahnya juga nggak setuju kalau gue nggak ikut keyakinan dia. Ya udin lah yaa, gue pasrah lah. Mungkin emang nggak bisa bersatu dan anggap aja 6 tahun ini pelajaran yang berharga buat gue jadi suatu saat nanti nggak akan lagi bodoh menjalani sesuatu.

Gue akhir - akhir ini agak sedikit tertekan sih, ketika ditanya kapan nikah? Secara sebagian orang terdekat baik keluarga, sahabat dan temen kantor pada tahu hubungan gue sama si pacar ini udah lama banget. Cuma bisa cengar cengir sebel ngejawabnya. 

Capek juga sih kalo harus gue yang mulai ngebahasnya. Toh harusnya ajakan nikah kan harusnya dari mulut si cowo, tapi si pacar aja nggak ada inisiatifnya sama sekali. Pasrah lah gue, akan hubungan ini. Kalo emang harus bubar ya udah, mau nggak mau juga nggak ada pilihan lain.

Berhubung umur gue juga udah 25 tahun, bukan lagi waktunya main - main. Sedangkan cari laki - laki baik juga susah nemunya. Bener - bener pasrah lah sama keadaan, target nikah umur 25 tahun pun kandas sudah. Dari pada galau berkelanjutan mending gue cari kesibukan lain lah..

Mulai kepikiran sih, udah nggak punya pacar, kerjaan cuma stagnant di staff doank nggak akan naik - naik pangkat. Mulai gerah sama semuanya. Sampe akhirnya mulai kepikiran buat ngelanjutin kuliah lagi. Yapps, cita cita juga harus diraih kan. Mulai tanya sana - sini tentang biaya kuliahnya. Setidaknya kali ini nggak boleh putus kuliah lagi. Masa sih, udah ditinggalin pacar, gelar sarjana juga ga nempel di belakang nama cantik pemberian bokap gue.

Siapa tau kalo udah sarjana, bisa dapat kerjaan lebih bagus lagi dan mulai bisa dilirik sama pria - pria bertanggung jawab nan setia diluar sana. Siapa tau juga dapat jodoh yang bakalan ngerti arti sebuah hubungan.

Semangat ya tria, mulai lagi kuliah agustus ini. Semua janji - janji manis yang pernah ada, anggap aja pelajaran hidup untuk nantinya nggak mudah percaya laki - laki lain.. Ikhlasin semua yang terjadi. 
Bismillah, memulai hari baru lagi :)

Senin, 18 Mei 2015

Ternyata hanya baik di depan !!

Diposting oleh Fitria Sari Dewi di 21.30 0 komentar
Heyhoo,, tria come back again..

Maafkan daku yang hampir 6 bulan ini off dari nulis. Sebenernya sih ini cerita yang menyakitkan buat gue sekitar 3 tahun lalu. Kejadiannya di desember 2012. Kenapa baru pengen di tulis di blog? Karena tadinya gue mikir, kejadian ini biarin cuma gue yang tau dan nggak mungkin di ceritain ke keluarga gue atau sahabat - sahabat gue. Karena gue juga takut mereka berkomentar miring tentang saudara si pacar gue. Tapi ternyata semakin disimpan rapat, semakin menyakitkan buat gue dan selalu membuat gue kepikiran.

Ceritanya begini :
Sekitar bulan februari 2011, saudaranya pacar yang tepatnya kaka (Bou gede) dan ade (Bou Kecil) dari bokapnya pacar itu minjem uang ke gue. Nominalnya sih emang nggak gede si Bou gede cuma 500 ribu dan si Bou kecil cuma 1.5 juta. Dan saat mereka minjem itu yahh, nelponin ke hp gue nggak tau waktu pagi siang bahkan sampe tengah malem. Nelponin trus, ngerayu rayu sampai dapat. Oke, karena emang nggak enak akhirnya gue pinjemin dengan janji THR akan dibayar. Saat gue kasih uangnya, gue dilarang kasih tau ke pacar gue. Oke gue turutin maunya mereka. Dan satu lagi, dulu gue jualan pulsa, dan anaknya si Bou gede (Kak yanti) selalu minta dikirimin pulsa dulu, giliran gue dateng kerumahnya buat nagih uang pulsa, tapi selalu bilang besok besok trus. Lumayan banyak lah utang pulsanya.

Dan semua masalah dimulai dari sini, pas waktunya dia balikin uang gue itu, dia selalu bilang bulan depan ya, 3 bulan lagi ya, akhir tahun ya, bahkan terakhir gue tagih itu sekitar bulan desember 2012 (Setahun 10 bulan) Gue nagihnya baik - baik loh tanpa ada kata kata kasar sedikitpun dan itupun cuma via phone dan sms. Tapi yang bener - bener bikin kaget, Bou kecil ditelpon bilang kata kata kasar ke gue dari mulai kata Monye*, Anjin*, TA*, Bab*, Semua kata kata kasar yang berbau binatang dan isi toilet dikeluarin semua loh buat ngata - ngatain gue. Sampe dia bilang loh, lo nggak boleh lagi main kerumah dan ketemu keluarga dan hengki ( Pacar gue), kalo sampe lo dateng gue usir lo dari rumah. HARAM lo nginjekin kaki dirumah gue lagi!!! Speechless gue kaget, nelponnya pun jam makan siang dimana gue juga baru keterima di kantor baru. Sama sekali nggak nangis, tapi gue marahnya sumpah sampe murka gue secara dulu lo ngemis ngemis minjem sama gue, eh udah ga bayar gue di hina - hina sama mereka. Sampai akhirnya gue sms dan telpon pacar lah cerita semuanya, karena si pacar tinggal bareng mereka. Dan respon pacar itu cuma nyalahin gue, kenapa katanya mau minjemin. Padahal kan tujuan gue baik, karena mereka keluarga pacar gue. Tapi boro - boro dapet pembelaan, dia malah diem aja tuh ngelihat gue dihina - hina sama keluarganya. Yang tadinya semua hubungan ini baik - baik aja tapi semua kandas gara - gara uang ini. 

Dulu gue cuma mahasiswa yang punya kerjaan sebagai asisten apoteker di apotik kecil, gajinyanya ga seberapa tapi alhamdulillah bisa nggak nyusahin orang tua untuk urusan jajan. Nah, kenapa uang itu gue tagih karena emang gue butuh buat bayar semesteran kuliah secara itu tabungan kecil - kecilan gue buat biaya kuliah,

Sejak kejadian itu hubungan sama pacar agak renggang, karena dia tetap menyalahkan gue atas kejadian ini dan mungkin si keluarganya itu ngelarang dia pacaran sama gue lagi. Tapi ya udah, dihati gue juga masih membekas perlakuan keluarganya terhadap gue. Gue udah dihina - hina segitu parahnya, dan pacar gue diem aja. Saat itu gue ngerasa cukup tau, aslinya pacar gue. 

Next setelah semua kejadian ini, si pacar keluar dari rumah bounya itu. Dia memilih untuk ngontrak dikontrakan kecil di dekat rumah gue. Katanya sih pengen ngebuktiin dia bisa mandiri. Waktu itu sih senengnya setengah matii sampe lupa rasa kesel sama pacar saat tau pacar lebih milih untuk tinggal lebih deket sama gue.

Setelah 2 tahun nggak bertemu keluarga besarnya yang menjengkelkan itu, akhirnya gue ketemu lagi di wisuda pacar gue di JCC Senayan. Sengaja ambil cuti hari ini, biar pacar nggak kecewa.Udah kebayang donk, malesnya harus ketemu manusia - manusia itu. Gue berusaha ambil jarak dengan manusia - manusia itu. Mereka agak kaget juga, waktu acara si ayank wisuda kelar gue menyalami si pacar memberi selamat dan memberikan 1 bouqette bunga dan boneka wisuda teddy bear yang mungil. Habis acara dan foto - foto keluarga, gue emang berniat langsung pulang pakai motor gue, Tadinya mereka sih berencana buat makan diluar dan pengen ke ancol buat ngerayain hari ini, Tapi tiba- tiba cancel karena tau gue naik motor. Sampe akhirnya nyokapnya lebih milih ngerayain makan - makan dirumah dan gue disuruh mampir kesana (kerumah dimana, kalo gue datang dan gue diusir). Dan pacar lebih memilih pulang bareng gue naik motor dibanding naik mobil bareng mereka alesannya sih di mobil sempit. Padahal kan yang wisuda harusnya hari ini senang - senang, (Hahhaha, saya cukup puas untuk ini).

Oke pisahlah, kami dengan keluarganya. Pulang berdua naik motor sambil menikmati terik siang yang menerpa itu rasanya lebih baik, dibanding terlibat pembicaraan kaku dan berada di dekat manusia - manusia tak berhati seperti kalian. Padahal kami dipesankan untuk segera pulang, tapi pacar itu emang bandel. Dia bilang mau menikmati hari ini bersamaku. Yapp, akhirnya mampir lah kita ke Dunkin Donuts Raden Inten, buat kongkow cantik. Ngopi - ngopi sambil nyemil. Lumayan lama kongkownya, sampai kita sampe dirumah itu sudah sore. Dan ditanya donk kenapa baru sampai, alesan si pacar itu macet. Padahal mah bukannya macet tapi kita nongki cantik dulu..

Dirumah itu juga, aku masih terlihat canggung dengan keadaan. bukan canggung sih tapi lebih kepada tidak suka harus berada disana. Dan si bou kecil pun bahkan lebih memilih untuk menghindar dari saya. Dalam hati mah gue bilang, siapa juga yang mau sekedar cium tangan sama lo. GA AKAN! Semua terlanjur membekas, Susah gue lupain dan mungkin gue belajar lagi untuk menghormati lo tapi sekedarnya. Yapp, sekedarnya! 

Gue sampe dibilangin gini sama bou gede, "si bou kecil orangnya begitu, orangnya kalo udah marah, baiknya lama. Datang lah kepadanya minta maaf, langsung peluk dan baik - baikin dia". Ngedenger masukan ini, gue cuma bilang iya iya doank, tapi hati kecil gue nolak. Gue yang minta maaf? Ga salah? Yang maki maki gue, elo! Yang ngehina gue abis abisan, elo! dan harus gue yang minta maaf? Oh, BIG NO! Sorry, gue ga mau!

Papah emang ngajarin untuk maafin orang - orang yang sengaja / tidak sengaja menyakiti perasaan gue, tapi gue kan juga manusia. Hati gue belum selembut kapas, tapi gue belajar mengikhlaskan perbuatan kalian ke saya sambil menunggu kapan luka ini seutuhnya sembuh..


Buat kalian, manusia yang merasa dewa : Sebenernya hingga hari ini saya menulis ini, saya masih meneteskan air mata ketika mengingat semua perlakuan kalian kepada saya. Bertahun - tahun berlalu tapi semua terlanjur membekas. Saya belajar mengikhlaskan apa yang kalian perbuat terhadap saya terlebih karena memang pacar saya yang meminta, Semoga Allah memberikan pencerahan terhadap apa yang kalian perbuat. Aamiin.


 

Happy YUFI Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review